Kamis, 24 Februari 2011

Sejarah Asal mula Blog




Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinue dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.
Blog kemudian berkembang mencari bentuk sesuai dengan kemauan para pembuatnya atau para Blogger. Blog yang pada mulanya merupakan ”catatan perjalanan” seseorang di internet, yaitu link ke website yang dikunjungi dan dianggap menarik, kemudian menjadi jauh lebih menarik daripada sebuah daftar link. Hal ini disebabkan karena para Blogger biasanya juga tidak lupa menyematkan komentar-komentar mereka, pendapat-pendapat pribadi dan dijadikan media diskusi , pertemanan dll..
Dari komentar-komentar tadi biasanya Blog kemudian menjadi jendela yang memungkinkan kita ”mengintip” isi kepala dan kehidupan sehari-hari dari penciptanya. Blog adalah cara mudah untuk mengenal kepribadian seseorang Blogger. Topik-topik apa yang dia sukai dan tidak dia sukai, apa yang dia pikirkan terhadap link-link yang dia pilih, apa tanggapannya pada suatu isu. Seluruhnya biasanya tergambar jelas dari Blog-nya. Karena itu Blog bersifat sangat personal.
Roger Yim, seorang kolumnis San Francisco Gate pada artikelnya di Februari 2001, menuliskan bahwa sebuah Blog adalah persilangan antara diary seseorang dan daftar link di internet. Sedangkan Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salon pada Mei 1999 menyimpulkan bahwa Blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekadar kumpulan link tapi kurang instrospektif dari sekadar sebuah diary yang disimpan di internet.
Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan, hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi diary anline yang berada di internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari diary atau jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain.
Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Kemudian pada Januari 1994 Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.
Hingga pada tahun 1998, jumlah Blog yang ada di luar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.
Pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapa pun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tetapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sampai Blogger.com muncul di dunia per-blog-an.
Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh Grouksoup, Edit this Page dan juga Velocinews.
Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Eatonweb Portal adalah salah satu daftar Blog terlengkap yang kini ada diantara daftar Blog lainnya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orangtua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, seks, olah raga, buku komik dan macam-macam lagi. Bahkan Blogger ada Blog tentang barang-barang aneh yang dijual di situs lelang Ebay yang bernama Who Would By That?
Cameron Barret menulis pada Blog-nya esai berjudul ”Anatomy of a Weblog” yang menerangkan tema dari Blog. Blog seringkali sangat terfokus pada sebuah subjek unik yaitu sebuah topik dasar dan/atau sebuah konsep yang menyatukan tema-tema dalam Blog tersebut. Secara sederhana topik sebuah Blog adalah daerah kekuasaan si Blogger-nya tanpa ada editor atau bos yang ikut campur, tema segila apa pun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di internet. Dan ya, ide itu telah terpikirkan, Blogger bahkan sekarang telah membuat Blog dari Blog, dan bahkan Blog dari Blog dari Blog.
Dari sedemikian banyak Blog yang ada, Blog-blog yang menetapkan standar dari Blog dan terkenal sehingga memiliki penggemarnya sendiri di antaranya adalah Blog milik Jorn Barger, Robot Wisdom yang disebut-sebut merupakan Blog terbesar dan paling berguna dimana dia setiap harinya menyodorkan sekian banyak link yang dibentuk dari ketertarikannya pada seni dan teknologi. Camworld adalah Blog populer milik Cameron Barret seorang desainer interaktif di mana dia mengkatrgorikan topik-topik Blog-nya pada kategori, Random Thoughts, Web Design dan New Media. Camworld dapat disebut sebagai Blog klasik dalam arti Blog tersebut mengandung dosis tepat dari karakter dan opini pribadi dicampur dengan keselektifan pemilihan link-nya

Empek-empek Palembang

Bahan :  
  • 50 g tepung terigu
  • 500 ml air
  • 2 siung bawang putih (parut halus)
  • 500 g daging ikan tenggiri/belida (cincang halus)
  • 3 sdt garam
  • 2 sdt gula pasir
  • 350 g tepung kanji
  • 2,5 liter air
  • 1 sdm minyak sayur
Cuko :
  • 50 g asam Jawa
  • 150 g gula merah (sisir halus)
  •  700 ml air
Bumbu yang dihaluskan :
  • 100 g cabai rawit
  •  2 sdm tong cai
  •  5 siung bawang putih
  •  2 sdm ebi (rendam hingga lunak, tiriskan)
Pelengkap :
  • 150 g mentimun ( potong kecil)
  • 50 g ebi (rendam hingga lunak, tumbuk halus, sangrai )
Cara Membuat :
  • Aduk tepung terigu bersama air dan bawang putih. Masak di atas api sambil aduk hingga menjadi bubur kental. Angkat dan dinginkan.
  • Campur dengan daging ikan garam, gula, dan tepung kanji. Aduk-aduk hingga menjadi adonan yang licin dan kalis.
  • (Biar adonan mpek-mpeknya enggak alot, adonan ikannya jangan dulu dicampur sama tepung kanji. Uleni adonan ikan (tanpa tepung kanji) sampai kalis. Baru setelah kalis dicampur dengan tepung kanji. Aduk rata jangan diuleni lagi. Hasilnya adalah mpek-mpek yang legit ngga kalah sama mpek-mpek asli orang palembang).
  • Bentuk adonan ini menjadi silender (bulat panjang) untuk membuat empek-empek lenjer atau isi dengan telur ayam untuk empek-empek kapal selam.
  • Masak air bersama minyak hingga mendidih.
  • Masukkan adonan yang sudah dibentuk, rebus hingga mengapung. Tiriskan.
  • Cuko: Rebus asam bersama gula merah dan air hingga mendidih dan gula larut.
  • Angkat, saring.
  • Masak kembali bersama bumbu halus hingga mendidih. Angkat. Dinginkan.
  •  Penyajian: Jika suka, goreng empek-empek hingga agak kuning. Angkat, tiriskan.
  • Potong-potong. Beri mentimun dan Cuko. Taburi ebi halus dan sajikan.

Sedikit Sejarah Pempek (empek-empek)

Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama pempek atau empek-empek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai pempek atau empek-empek.
Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti Tenggiri, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.

When I Dream About You

There was a time in my life
When I opened my eyes and there you were,
You were more than a dream,
I could reach out a touch you,
Girl that was long ago.
There are something’s that I guess I’ll never know,
When you love someone
You got to learn to let them go.

When I dream about you,
That’s when everything’s all right,
Your in my arms
Here next to me, forever.
When I dream about you,
Girl you never go away,
Just close my eyes
Wait for my dreams
Cause I still love, loving you.

How can I get you to see
That I’m falling apart
Since you’ve been gone,
I can never be sure
I could ever let go
Your love is much to strong,
There are something’s that I guess I’ll never know,
When you love someone
You got to learn to let them go.

When I dream about you,
That’s when everything’s all right,
Your in my arms
Here next to me, forever.
When I dream about you,
Girl you never go away,
Just close my eyes
Wait for my dreams,
Cause I still love, loving you.

There are something’s that I guess I’ll never know,
When you love someone
You got to learn to let them go.

When I dream about you,
That’s when everything’s all right,
Your in my arms
Here next to me, forever.
When I dream about you
Girl you never go away,
Just close my eyes
Wait for my dreams,
Cause I still love, loving you

Likes You

I just wanna likes you, you are my best one. You can do anything well. Can get what you want.
God, i wanna likes her...

Senin, 21 Februari 2011